Saumlaki, Jurnalinvestigasi.com – Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, dan Wakil Bupati, dr. Juliana Ch. Ratuanak, menghadiri Maluku Pathfinder Campore yang digelar di Lapangan Mandrwiak Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Acara ini merupakan perkemahan akbar yang diselenggarakan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah MISI Maluku dan berlangsung dari 1 hingga 6 April 2025.
Kegiatan ini mengusung tema "IT'S TIME TO SHINE IN TANIMBAR" dan diikuti oleh 550 pemuda dari 31 Club Pathfinder se-Maluku. Pathfinder merupakan organisasi kepemudaan global yang bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, kreatif, dan peduli terhadap sesama.
Turut hadir dalam acara ini Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, SH., bersama Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat kebersamaan dan toleransi di daerah ini.
Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan disambut hangat oleh Direktur Pathfinder Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah MISI Maluku, Mg. Pdt. Ronny Uniana, Sekretaris Eksekutif Mg. Pdt. Saul Soumay, serta Bendahara Mg. Caroline Pattinama. Sebagai bentuk penghormatan, mereka mengalungkan syal tenun khas Tanimbar kepada Bupati dan Wakil Bupati.
Acara ini diawali dengan parade dari Gedung Natar Kaumpu Olilit Barat menuju Lapangan Mandrwiak Sifnana. Setelah seluruh peserta tiba, upacara pembukaan resmi dimulai dengan berbagai prosesi simbolis yang menandakan perjalanan sejarah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Tanimbar.
Dalam sambutannya, Bupati Ricky Jauwerissa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam membangun generasi muda yang berkarakter. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk berkembang dan semakin mencintai daerahnya,” ujarnya.
Upacara pembukaan ditandai dengan pembakaran obor dari masing-masing jemaat, simbol masuknya pekabaran Injil di Tanimbar. Obor tersebut kemudian diserahkan kepada Bupati, yang secara resmi membuka perkemahan dengan pemukulan tifa, alat musik tradisional Maluku.
Selain kegiatan rohani, acara ini juga menampilkan berbagai atraksi budaya, termasuk tarian dari Sanggar Malisngorar, yang semakin memperkuat identitas budaya masyarakat Tanimbar. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disusun.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimda, DPRD, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. Foto bersama menjadi penutup rangkaian pembukaan Maluku Pathfinder Campore 2025, yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi generasi muda di Bumi Duan Lolat. (*)