Jurnalinvestigasi.com, Saumlaki - Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar memberikan Imbauan kepada warga masayarakat setempat yang berada dekat dengan lokasi munculnya Pulau Baru di Desa Teineman, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maluku, agar tidak melakukan aktifitas di lokasi Pulau Baru yang muncul pasca gempa magnitudo 7,9 SR.
Berikut disampaikan oleh tim dari Unit Survei IV Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal), bersama Bupati Kepulauan Tanimbar Daniel Edward Indey, beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kapolres Tanimbar, AKBP Umar Wijaya, Dandim 1507/Saumlaki Didik Teguh Wahluyo, Danlanal Saumlaki Letkol laut (P) Andi Kristianto, Danlanud Ignatius Dewanto Letkol Pas Yohanes M. Paulus, mengeluarkan peringatan.
Kepada Media Jurnalinvestigasi.com, lokasi puncak Pulau Baru, Komandan Unit Survei Tanggap Segera (USTS) Pushidrosal Mayor Laut (P) Taryono, S.T., M.T., M.Tr.Opsla, meminta perhatian serius masyarakat di sekitar lokasi Pulau Baru agar untuk sementara waktu tidak mendekati lokasi tersebut.
Hal ini harus dan menjadi perhatian serta ditaati warga. Mengingat kondisi cuaca serta gempa yang tidak bisa diprediksi kedatangannya.
“Apalagi lokasi itu berada pada pertemuan dua lempeng benua yakni Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Jadi sangat riskan dan rawan apabila kita berkunjung disini,” tegasnya.
Dikatakan, jenis tanah pada Pulau baru tersebut berupa lumpur dan bukan batuan yang keras. Alhasil kondisi tanahnya sangat labil.
Fenomena yang muncul akibat gempa tektonik ini merupakan letusan dari gunung api dibawah laut, menurut pengalamannya bahwa, berdasarkan beberapa literatur yang dipelajari, kondisi yang terjadi di Teineman ini merupakan salah satu dari kejadian Tektonik.
“Ada kemungkinan magma. Ada kemungkinan dari situs letusan gunung api bawah laut,” Ungkapnya.
Ditambahkan Taryono, sebelumnya telah dilakukan penelitian oleh beberapa instansi peneliti. Kendati dirinya mengakui bahwa untuk fenomena kejadian di Teineman ini, signifikan baru terjadi kali ini. (Nik Besitimur)