Bekasi,Jurnal Investigasi.com -Pelaksanaan proyek Pengaspalan jalan yang beralamat di RT/ 01 /RW/ 02./ Kampung pulo Bunder Desa Suka murni. Kecamatan Suka Karya. Bekasi, dikerjakan sangat tipis dan tidak pakai papan nama proyek. hal itu menjadi pertanyaan bagi masyarakat setempat. Diduga proyek tersebut siluman. dikerjakan asal-asalan dan secara manual, dikawatirkan mutu kualitas kurang sempurna, akan cepat rusak.
*Dikerjakan tanpa adanya papan proyek ditempel di lokasi juga tidak adanya konsultan pengawas, kegiatan dan diduga di kerjakan tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB). dan memakai aspal yang kualitas kurang bagus, dan digelar sangat tipis, ketebalan nya di duga 4 cm lebar 2.mtr.dan panjang lebih kurang 200 meter.sehingga menimbulkan kecaman dari masyarakat sekitar
Menurut warga saat di komfirmasi media dilokasi mengatakan “pekerjaan pengaspalan dikerjakan orang yang tidak jelas asal usulnya, apakah anggaran pekerjaan itu didanai milik perorangan atau dari Permerintah menggunakan uang rakyat tidak jelas legal pekerjaan itu, Ucapnya
Tambahnya lagi masyarakat pun perlu mengetahui asal usul pengaspalan itu, berapa nilainya, panjangnya berapa, volume ketebelannya berapa, anggarannya dari mana. Sepengetahuan kami kalau proyek itu dari pemerintah pasti ada pengawasnya di lapangan dan papan nama proyek tidak di tempel di lokasi.
“Kalau pekerjaan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan kondisi pekerjaan seperti begini pasti ada permainan dan persekongkolan untuk meraup untung yang besar. "tegas warga yang enggan menyebutkan nama nya
Namun informasi yang kami dapatkan Pemerintah Kabupaten Bekasi. melalui Dinas Bina Marga menggelontorkan anggaran dari APBD tahun 2022 untuk kegiatan pemeliharaan pengaspalan jalan Kampung Pulo Bunder.
Warga sekitar pun tidak mengetahui berapa panjang, lebar serta ketebalan saat di tanya kepada pekerja juga tidak mengetahui berapa ketebalannya di dalam RAB.
Lanjut warga yang engan di tulis nama nya menambahkan,
“ketika saya melakukan pengukuran ketebalan nya miris ketebalan hanya mencapai 4 cm saya menduga ada indikasi korupsi dalam pengerjaan proyek tersebut dan kalau seperti ini kontraktor bisa meraup keuntungan besar untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok tertentu.” tandasnya.
(Udin).